Minggu, 22 Desember 2013

Browse Manual » Wiring » » » » » » Analisis bahan organik tanah Prosedurnya

Analisis bahan organik tanah Prosedurnya

Analisis bahan organik tanah Prosedurnya - berdasarkan pengamatan sifat-sifat bahan yang terdapat pada tanah terdiri dari dua bagian utama yaitu organik dan anorganik. organik berarti bahan yang terkandung pada tanah masih dapat diperbaharui seperti biji-bijian, tumbuhan, dan lain-lain. sedangkan anrganik yaitu sifat bahan yang terkandung pada tanah tidak dapat diperbaharui seperti, pasir, fosil-fosil dan lain-lain. nah untuk kali ini yang akan dibahas adalah sifat organiknya. 

Bahan organik merupakan bahan-bahan yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dirombak oleh bakteri-bakteri tanah menjadi unsur yang dapat digunakan oleh tanaman tanpa mencemari tanah dan air. Bahan organik tanah merupakan penimbunan dari sisa-sisa tanaman dan binatang yang sebagian telah mengalami pelapukan dan pembentukan kembali. Bahan organik demikian berada dalam pelapukan aktif dan menjadi mangsa serangan jasad mikro. Sebagai akibatnya bahan tersebut berubah terus dan tidak mantap sehingga harus selalu diperbaharui melalui penambahan sisa-sisa tanaman atau binatang.
Cara-cara mengetahui kandungan bahan organik:
a.Warna tanah menjadi lebih gelap. Misalnya berwarna coklat kehitaman.
b.Kandungan bahan organik tanah berkisar antara 0,5% - 5,0% pada tanah-tanah mineral atau bahkan sampai 100% pada tanah organik (Histosol).
c.Mengandung unsur-unsur hara bagi tanaman, terutama: N,P,S dan unsur-unsur hara mikro (Fe dan Al).
d.Terdapat humus yaitu campuran senyawa yang kompleks (tersusun oleh asam humat, asam fulfat, ligno protein dll).
Faktor yang Mempengaruhi Bahan Organik Tanah
Diantara sekian banyak faktor yang mempengaruhi kadar bahan organik dan nitrogen tanah, faktor yang penting adalah kedalaman tanah, iklim, tekstur tanah dan drainase.
1.Kedalaman lapisan tanah
Kedalaman menentukan kadar bahan organik dan N. Kadar bahan organik terbanyak ditemukan di lapisan atas setebal 20 cm (15-20%). Semakin ke bawah kadar bahan organik semakin berkurang. Hal itu disebabkan akumulasi bahan organik memang terkonsentrasi di lapisan atas.

2.Faktor iklim
Iklim yang berpengaruh adalah suhu dan curah hujan. Makin ke daerah dingin, kadar bahan organik dan N makin tinggi. Pada kondisi yang sama kadar bahan organik dan N bertambah 2 hingga 3 kali tiap suhu tahunan rata-rata turun 100C. bila kelembaban efektif meningkat, kadar bahan organik dan N juga bertambah. Hal itu menunjukkan suatu hambatan kegiatan organisme tanah.
3.Tekstur tanah
Tekstur juga cukup berperan, makin tinggi jumlah liat maka makin tinggi kadar bahan organik dan N tanah, bila kondisi lainnya sama. Tanah berpasir memungkinkan oksidasi yang baik sehingga bahan organik cepat habis.
4.Drainase
Pada tanah dengan drainase buruk, dimana air berlebih, oksidasi terhambat karena kondisi aerasi yang buruk. Hal ini menyebabkan kadar bahan organik dan N tinggi daripada tanah berdrainase baik. Disamping itu vegetasi penutup tanah dan adanya kapur dalam tanah juga mempengaruhi kadar bahan organik tanah. Vegetasi hutan akan berbeda dengan padang rumput dan tanah pertanian. Faktor-faktor ini saling berkaitan, sehingga sukar menilainya sendiri.

Secara garis besar penelitian ini melingkupi proses kerja sebagai berikut:
1. menyiapkan material agregat tanah, dan air.
2. memeriksa properties dari material-material tersebut.
3. merencanakan komposisi material dalam agregat tanah.
4. membuat benda uji berbentuk balok lentur (15 cm × 15 cm × 55 cm) dan balok susut (10 cm × 10 cm × 50 cm).
5. melakukan proses perawatan (curing) direndam dalam air selama 1 sampai 28 hari, serta 56 dan 84 hari.
6. mengolah dan menganalisis data hasil percobaan.
7. mengambil kesimpulan dari hasil percobaan tersebut
Pengujian terhadap agregat kasar diantaranya:
a. Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air
Tujuan pengujian adalah untuk memperoleh angka berat jenis tersebut dan angka penyerapan. Peralatan yang digunakan antara lain keranjang kawat, tempat air, timbangan, oven, saringan Benda uji adalah agregat yang tertahan oleh saringan berdiameter 4,75 mm (saringan No.4), yang diperoleh dari alat pemisah contoh atau carapenempatan, sebanyak kira-kira 5 kg. Berikut langkah-langkah pengerjaannya:
1. Rendam benda uji dalam air pada suhu kamar 25oC selama 24 jam.
2. Keluarkan benda uji dari air, lap dengan kain penyerap sampai selaput airpada permukaan hilang (jenuh permukaan kering), untuk butir yang besar, pengeringan harus dilakukan satu persatu.
3. Timbang benda uji dalam keadaan jenuh permukaan kering (BJ)
4. Letakkan benda uji di dalam keranjang, goncangkan batunya untuk mengeluarkan gelembung udara yang tersekap dan tentukan beratnya di dalam air (BA). Ukur suhu air untuk penyesuaian perhitungan pada suhu kamar 25oC.
5. Masukkan benda uji ke dalam oven pada suhu (110 ± 5)oC sampai berat tetap.
6. Dinginkan benda uji pada suhu kamar selama satu jam sampai tiga jam, kemudian timbang dengan ketelitian 0,5 gram (BK).
7. Perhitungan
− Berat jenis = Bk / Bj - Ba
− Berat jenis SSD = Bj / (B – Ba)
− Berat jenis semu = Bk /(Bk – Ba)
− Penyerapan air = 100 ( Bj – Bk) /Bk
dimana:
Bk : berat benda uji kering oven;
B : berat benda uji kering oven permukaan jenuh;
Bj : berat benda uji kering oven permukaan jenuh di dalam air.

Proses pengujian untuk kondisi gembur dilakukan dengan cara sekop atau
sendok, yaitu :
• Isi penakar dengan agregat memakai sekop atau sendok secara berlebihan dan hindarkan terjadinya pemisahan dari butir agregat.
• Ratakan permukaan dengan batang perata.
• Tentukan berat penakar vdan isinya (G) dan berat penakar itu sendiri(T).
• Catat beratnya sampai ketelitian 0,05 kg.
• Hitung berat isi agregat : M = (G – T) / V atau M = (G – T) x F
dimana :
M = berat isi agregat kering oven (kg/m3)
G = berat agregat dan penakar (kg)
T = berat penakar (kg)
V = volume penakar (m3)
F = faktor penakar (m3).
• Hitung kadar rongga udara : rongga Udara = [(S x W) - M] / (S x W) x 100%
dimana :
M = berat isi dafam kondisi kering oven dalam (kg/m3)
S = berat jenis agregat dalam kering
W = kerapatan air: 998 (kg/m3)

Pengujian Analisis Ayakan
Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat kasar dengan menggunakan saringan, tujuannya untuk memperoleh distribusi besaran atau jumlah persen-tase butiran.
Analisis saringan agregat ialah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian angka-angka prosentase digambarkan pada grafik pembagian butir.
Peralatan yang digunakan antara lain: timbangan, satu set saringan, oven, alat pemisah, mesin guncang jari-ngan, talam dan alat lainnya. Benda uji berupa jenis-jenis agregat kasar yang diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempatan banyak. Berat minimum benda uji agregat kasar harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
• ukuran maksimum 3,5"; berat minimum 35 kg
• ukuran maksimum 2,5"; berat minimum 25 kg
• ukuran maksimum 1"; berat minimum 10 kg.

Proses pengujian :
• Benda uji dikeringkan dalam oven dengan suhu (110 ± 5)oC, sampai berat tetap.
• Saring beda uji lewat susunan saringan dengan ukuran saringan paling besar ditempatkan paling atas. Saringan digoncang dengan tangan atau mesin penggoncang selama 15 menit.
• Timbang berat agregat kasar yang terdapat pada masing-masing ayakan.
• Hitung persentase berat benda uji yang tertahan di atas masing-masing saringan terhadap berat total benda uji.

Hasil pengujian :
Pengujian ketahanan agregat kasar terhadap keausan dapat dilakukan dengan salah satu dari 7 cara berikut :
• Gradasi A, bahan lolos 37,5 mm sampai tertahan 9,5 mm. Jumlah bola 12 buah dengan putaran 500 putaran.
• Gradasi B, bahan lolos 19 mm sampai tertahan 9,5 mm. Jumlah bola 11 buah dengan 500 putaran.
• Gradasi C, bahan lolos 19 mm sampai tertahan 4,75 mm. Jumlah bola 8 buah dengan 500 putaran.
• Gradasi D, bahan lolos 4,75 mm sampai tertahan 2,36 mm. Jumlah bola 6 buah dengan 500 putaran.
• Gradasi E, bahan lolos 75 mm sampai tertahan 37,5 mm. Jumlah bola 12 buah dengan 1000 putaran.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan angka dengan petunjuk larutan standar terhadaplarutan benda uji agregat pasir. Pengujian ini dapat digunakan dalam pekerjaanpengendalian mutu agregat.Benda uji pasir harus lolos saringan no. 4, berat minimum 500 gramdan dalam keadaan kering. Peralatan yang digunakan adalah botol gelas berskala, tidak berwarna, mempunyai tutup karet dengan volume 350 mL.Dalam pengujian digunakan larutan standar dari larutan 0,250 gram K2Cr2O7 dalam 1000 mL H2SO4 atau menggunakan warna standar organic plate.Prosedur pengujian :
1. Memasukan benda uji kedalam botol gelas sampai mencapai gari skala 130
mL.
2. Tambahkan larutan (3% NaOH + 97% air) dan dikocok sampai volume
mencapai 200 mL.
3. Tutup botol, kocok kuat-kuat diamkan 24 jam
4. Lalu bandingkan warna dengan menggunakan larutan standar organic plate
no. 3.
5. Jika warna benda uji lebih gelap dari warna larutan standar (lebih besar dari
No.3), maka kemungkinan mengandung bahan organic. 

Demikianlah ulasan mengenai Analisis bahan organik tanah Prosedurnya semoga bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya dan menambah wawasan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sekian dari kami sampai jumpa lagi di teori berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar